Featured Post Today
print this page
Latest Post

ALLAH YANG MAHA BAIK, SUDAH BERJANJI AKAN MENCUKUPI RIZKI KITA

Siapa yang menjamin rizki kita? Barangkali kita sama-sama sepakat untuk menjawab bahwa yang menjamin rizki adalah Tuhan yang Maha Kaya yaitu Allah swt. Akan tetapi, seringkali banyak manusia belum terlalu yakin akan janji Allah yang akan mencukupi setiap kebutuhan hamba Nya. Apa buktinya? Kita bisa saksikan bahwa ternyata meskipun zaman ini sudah modern tapi banyak orang yang pemikirannya belum modern. 

Banyak yang rela mendatangi dukun yang dianggap sakti meskipun jaraknya jauh, masih percaya terhadap ramalan dukun, percaya terhadap dukun pengganda uang, dan bentuk-bentuk lainnya yang sejenis. Ada juga yang karena dagangannya sepi, ia rela minta wangsit ke “orang pintar”. Rela mengorbankan keluarganya untuk menjadi tumbal demi kekayaan yang berlimpah.

Belum lama ini, kita menyaksikan di media mengenai orang yang meninggal lantaran menjadi korban dukun pengganda uang. Niatnya ingin memperbanyak pundi-pundi kekayaan tapi akhirnya malah meninggal dunia.
Nafsu untuk cepat kaya, memiliki harta banyak dengan cara instan seringkali menjerumuskan orang pada penyesalan yang mendalam.  Selain ibadah solat menjadi tidak diterima selama 40 hari, ternyata banyak juga yang kehilangan kehormatan bahkan berujung maut gara-gara pergi ke dukun. Tapi ya..... yang namanya nafsu memang kadang sulit dibendung, meskipun sudah banyak ibrah atau pelajaran yang bisa diambil dari orang-orang sebelumnya.

Sahabat berkahberniaga.com marilah kita melatih diri untuk yakin sepenuhnya bahwa Allah lah satu-satunya penjamin rizki kita dan yang lebih mengetahui kebutuhan hidup kita. Lebih tahu dari diri kita sendiri. Bagi yang sudah terlanjur pergi ke dukun segeralah bertaubat memohon ampunan Allah.
“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)
“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.”
(QS. Saba’: 24)

Di saat kekurangan, marilah kita tempuh cara-cara yang diajarkan oleh Rasulullah kepada kita yaitu dengan bersabar, berusaha dan bersedekah semampu kita, dan pasrahkan sepenuhnya kepada Allah. Jangan sampai kita dimanfaatkan oleh setan, karena setan sangat licik dan pandai memanfaatkan waktu-waktu dimana  kita sedang galau, banyak masalah yang belum segera terselesaikan, dan dalam kondisi kemiskinan yang menimpa.


Sahabat www.berkahberniaga.com..... Salam Sukses BBM (Bahagia, Berkah, Manfaat)
0 comments

BERAWAL DARI KONDISI EKONOMI YANG SERBA KEKURANGAN, SEKARANG MENJADI ORANG TERKAYA DI INDONESIA



Sahabat berkahberniaga.com yang semoga selalu dalam lindungan-Nya, tahukah anda siapakah yang saat ini tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia? apakah anda mengira bahwa orang tersebut berasal dari keturunan konglomerat? Apakah anda juga mengira bahwa waktu kecil ia adalah orang yang serba kecukupan dan keinginannya selalu tercapai? Untuk tahu jawabannya, mari kita sama-sama simak penjelasan di bawah ini. 
Orang Indonesia yang saat ini tercatat sebagai orang terkaya ternyata bernama Eka Tjipta Widjaja. Ia merupakan pendiri Grup Sinarmas. Kalau dalam tingkat dunia, Pak Eka Tjipta menempati posisi ke 142 dari 200 jajaran orang terkaya sedunia berdasar data dari Bloomberg Billionaires Index per 12 September 2013. Kekayaan pria kelahiran Coan Ciu China ini mencapai 8,4 miliar dollar AS. Kekayaan tersebut mengalahkan 2 bos Djarum (Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono).
Eka Tjipta merupakan Imigran asal China ke Indonesia. Ia memulai usahanya dengan menjual biskuit saat masih muda. Ia pindah ke Indonesia saat usianya masih sangat belia, yaitu umur 9 tahun.  Tepatnya tahun 1932 ia pindah ke Makassar dari China. Di Indonesia, Eka hanya mampu tamat sekolah dasar atau SD. Hal ini dikarenakan kondisi ekonominya yang serba kekurangan.  Untuk bisa pindah ke Indoneia aja, ia dan keluarganya harus berhutang ke rentenir dan dengan bunga yang tidak sedikit.
Kekayaan merupakan hal yang diidam-idamkan oleh banyak manusia di bumi ini. Bolehkah kita juga ikut-ikutan ingin menjadi orang yang kaya atau bahkan ingin menjadi orang yang terkaya? Tentu saja boleh, asalkan niat untuk menjadi orang kaya juga dibarengi dengan niat mau menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan menggunakan kekayaan tersebut untuk berjuang di jalan Allah.
Mengapa harus diiringi dengan niat tersebut? Karena kalau hanya berniat mengumpul-ngumpulkan kekayaan maka kekayaan tersebut justru akan menjadikan kehidupan kita gersang, mengundang kedengkian dan kejahatan para tetangga dan orang-orang yang mengenal kita, menjadi malapetaka bagi kita, dan tentu saja di akhirat akan menyengsarakan ketika kita dihisab. Ingat! Bahwa harta yang kita miliki di dunia akan ditanya diperoleh dari mana dan digunakan untuk apa. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap harta yang kita miliki.
Dari kisah pak Eka tadi, kita juga dapat mengambil pelajaran bahwa orang yang ingin memperoleh kekayaan memang harus berusaha keras dan tidak boleh berputus asa. Kalau kita sebagai seorang muslim, tentu juga harus diiringi dengan do’a dan tawakkal kepada Allah. Meskipun berasal dari keluarga yang ekonominya sulit, kalau Allah sudah berkehendak maka tidak akan ada yang bisa menghalangi. Yang terpenting, kita berusaha maksimal dan berdo’a kepada Nya.
Sahabat berkahberniaga.com, ayo kita gapai kekayaan harta, tapi jangan lupa kekayaan hati juga perlu kita gapai. Artinya, cita-cita untuk menjadi orang kaya perlu diawalai dengan niat untuk mencari ridho Allah dan kalau Allah benar-benar menitipkan harta kepada kita, jangan sampai membuat penitip hartanya murka karena kita tidak amanah dan menggunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Nya.
Sahabat berkahberniaga.com, semoga kita selalu diberi kemudahan untuk menggapai cita-cita dan mendapat kemudahan serta kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin. 
0 comments

Jangan Ragu untuk Memohon kepada Nya


Sahabat semua, kita sebagai manusia merupakan makhluk yang paling sempurna dibanding makhluk Allah yang lain. Akan tetapi, dibalik kesempurnaan itu sesungguhnya kita  merupakan makhluk yang lemah.  Makhluk yang tidak punya kekuatan. Makhluk yang miskin dan tidak punya apa-apa. Kita tidak akan bisa mengarungi keidupan ini tanpa adanya kekuatan yang diberikan oleh Allah swt. Untuk mengatasi kelemahan ini, manusia dianjurkan  untuk memohon kekuatan kepada yang maha kuat, maha kuasa, dan maha sempurna.
Di bulan ramadhan yang mulia ini, dimana do’a-do’a banyak diijabah marilah kita gunakan kesempatan ini untuk banyak memohon kepada Allah untuk mengabulkan apa yang kita cita-citakan. Jangan ragu untuk memohon kepada Nya. Mari kita gunakan waktu-waktu setelah sholat wajib, setelah sholat malam, antara adzan dan iqomah, dan waktu-waktu lain untuk memaksimalkan mohon kepada Allah.
Penyakit yang sering menghinggapi kita yaitu adanya perasaan ragu. Adanya ungkapan-ungkapan  “apa do’a saya ini bisa diijabah ya”, “Allah mau menerima do’a saya tidak ya..”, “sudah lama saya berdo’a tapi tidak juga diijabah, Allah barangkali tidak mendengarkan”, dan ungkapan-ungkapan sejenisnya yang membuat kita semakin terperdaya oleh setan harus dihilangkan jauh-jauh dari diri kita.
Kalau seseorang ingin sukses dalam kerja maupun bisnisnya, jangan ragu untuk meminta kepada Allah. Ketika seseorang hanya mengandalkan akal dan kekuatan diri saja, maka ia akan terlalu capek dalam mengarungi kehidupan ini. Yang terpenting bagi kita, yakinlah bahwa do’a kita pasti akan dikabulkan. Hanya masalah waktu saja; bisa ada yang langsung dikabulkan, seminggu kemudian, sebulan, setahun, atau bahkan beberapa tahun kemudian.
Keragu-raguan sebetulnya bisikan setan. Kalau selalu ragu-ragu sebetulnya diri kita berada dalam kekuasaan setan. Allah tidak akan bosan mendengarkan permohonan kita. Berbeda dengan manusia, dimana kalau seseorang diminta terus menerus biasanya akan bosan bahkan tidak jarang akan marah. Tapi Allah itu beda. Justru sangat senang ketika hamba Nya selalu bermunajat memanjatkan permohonan kepada Nya.
Yakinlah sahabat semua, bahwa Allah itu dekat dan lebih tau kebutuhan kita dari diri kita sendiri. Yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan do’a hamba yang memohon.  Allah akan mencukupi orang yang kekurangan. Allah akan memberi kekuatan kepada orang yang lemah. Syaratnya : ikhtiar sungguh-sungguh, do’a dengan penuh keyakinan dan pasrahkan semua kepada Allah. Insya Allah apa yang kita cita-citakan akan tergapai.
0 comments

Ilmu dan Gerbang Kesuksesan

Ilmu merupakan gerbang kesuksesan. Demikianlah kalimat yang sederhana tapi sangat menginspirasi. Kalau kita renungkan, segala sesuatu yang akan kita lakukan memang perlu “diilmui”. Baik itu sesuatu yang besar maupun kecil semuanya harus ada ilmunya agar hasilnya maksimal. Demikian juga dalam melakukan bisnis, disamping modal keberanian ternyata modal ilmu juga menempati posisi yang sangat penting.
Sehari yang lalu saya kedatangan seorang sahabat. Dimana dia saat ini menjadi peternak lele yang cukup sukses di Banjarmasin. Menjelang lebaran ini, ia mudik ke kampung halamannya di Banjarnegara. Sebelum sampai di Banjarnegara, ia singgah terlebih dulu menemui saya  di Yogyakarta selama 2 hari 1 malam.
Ketika singgah, banyak hal yang diobrolkan termasuk masalah pekerjaan dan bisnis. Di tengah-tengah obrolan, dia menceritakan bahwa selain beternak lele, belum lama ini ia juga beternak bebek. Ia mencoba beternak bebek bukan tanpa lasan, melainkan ada beberapa hal yang mendorong ia akhirnya mencoba beternak bebek.
Alasan yang dikemukakan mengapa akhirnya mencoba beternak bebek antara lain : ia masih memiliki banyak waktu luang sehingga ingin memanfaatkan waktu yang ada. Alasan lain yaitu bahwa ia termotivasi oleh temannya yang katanya siap membeli bebeknya. Dan alasan yang terakhir, pada saat itu ia mempunyai modal yang cukup untuk memulai usaha ini.
Atas dasar alasan di atas, meskipun ia sebenarnya belum memiliki ilmu yang memadai  akhirnya ia mulai menginvestasikan dananya untuk membuat kandang, membeli bebek, pakan, dan segala keperluan lainnya.
Pada awalnya, bisnis ini berjalan cukup lancar dan teman yang menjanjikan untuk menampung bebeknya juga menepati janjinya.  Akan tetapi, belum sampai hitungan tahun bisnis ini sudah berhenti. Hal ini disebabkan karena teman yang biasa mengambil bebek ternyata tidak bisa melanjutkannya lagi dikarenakan sesuatu hal. Mulai saat itu, ia mencoba mencari pasar yang lain namun pada kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Sudah pasarannya sulit, ditambah permasalahan yang lain yaitu bebeknya tidak cepat berkembang yang menyebabkan biaya pengeluaran ternyata tidak sebanding dengan pemasukannya, maka akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri bisnis ini.
Sahabat berkahberniaga.com. Semoga akhir dari bisnis ini bukan isyarat “su’ul khatimah’ (akhir yang buruk). Hweee. Tapi semoga ini menjadi pelajaran yang sangat berharga. kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa ilmu merupakan hal yang sangat diperlukan untuk mengantarkan kesuksesan. Apabila mencoba sesuatu dan belum sesuai dengan yang diharapkan, jangan beranggapan bahwa ini merupakan kegagalan. Yakinlah bahwa dibalik ini semua pasti ada pelajaran dan hikmah yang bisa kita petik. Barangkali saja Allah masih menginkan kita untuk berjuang lebih lagi dan melatih diri agar lebih sabar dan berilmu. Sahabat semua, bukankah pengalaman adalah guru terbaik?

0 comments

Sukses “Cara Allah” vs Sukses “Cara Syetan”

Kesuksesan merupakan hal yang banyak dicari oleh kalangan manusia. Bahkan, untuk menggapai kesuksesan tidak jarang orang rela membayar mahal, meluangkan banyak waktu, pikirn, dan tenaga. Apakah salah ketika orang menginginkan kesuksesan? Tentu saja tidak, asalakan kesuksesan yang disandarkan pada Allah.
Banyak yang menganggap bahwa sukses itu ketika ia bisa memiliki harta yang melimpah, memiliki kendaraan dan rumah yang mewah,  jabatan tinggi, populer dan memiliki banyak pengikut. Tapi, ternyata  ada juga sebagian orang  yang memaknai bahwa ia sukses ketika semakin hari semakin dekat dengan sang maha pemberi rizki, hidup berkecukupan, hidup tentram dan bahagia, serta bisa bermanfaat bagi orang lain.
Kalau kita menganggap dan setuju dengan  pandangan sukses yang pertama, maka untuk menggapainya tidak perlu taat pada Allah. Sekali lagi, kalau hanya itu saja orientasi suksesnya. Kita tentu sudah mengetahui bagaimana sikap raja Fir’aun. Fir’aun merupakan orang yang tidak mau patuh kepada Allah bahkan sampai berani mengaku sebagai Tuhan. Tapi, ternyata ia tetap bisa memiliki harta dan pengikut yang banyak. Kita bisa juga menyaksikan orang-orang di sekeliling kita atau orang yang sering muncul di layar tv dan menjadi public figur ternyata banyak yang tidak sholat, pakaiannyapun tidak sesuai dengan tuntunan Islam, bahkan ada yang sudah terang-terangan diketahui pernah berzina. Tapi, pada kenyataannya mereka masih memiliki harta yang banyak bahkan masih populer dan banyak penggemar. Hal ini tentu bisa memberi pemahaman kepada kita bahwa kalau dunia saja yang dikejar maka menggunakan “cara syetan” pun akan bisa terwujud.
Akan tetapi sahabat-sahabatku semua, kalau kita menganggap dan memiliki pandangan sesuai versi poin 2 seperti tersebut di atas, maka tentu harus menggunakan “Cara Allah”. Cara Allah yang dimaksud yaitu kita berusaha/ikhtiar sekuat tenaga dan kemampuan dengan mendayakan waktu , pikiran, tenaganya untuk mencapai kesuksesan dengan diiringi ketaatan kepada Allah berupa shalat 5 waktu selalu dijaga, shalat tahajud dan dhuha juga diamalkan, berbuat kepada sesama manusia dan lingkungan sekitar, sekaligus tidak lupa untuk gemar bersedekah.
Sahabat-sahabtku semua, kita perlu memahami bahwa Allah itu Maha Rahman. Artinya, karena Kerahmahaan Nya maka semua hamba Allah di dunia ini baik yang taat, setengah taat, atau bahkan tidak taat sama sekali tetap akan bisa diberi jatah kesuksesan dunia. Akan tetapi, kalau kita mendambakan kesuksesan sejati yaitu sukses dan bahagia dunia akhirat, maka kita harus menempuh “Cara Allah” untuk menggapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati.
0 comments

Ayo Kita Gapai Keberkahan Hidup

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo'a dan meminta orang lain mendo'akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Secara harfiah, berkah berarti an-nama' waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah SWT tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberikan keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firma-Nya yang artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah SWT, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.

sumber: http://www.dudung.net/artikel-islami/keberkahan-hidup.html


"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo'a dan meminta orang lain mendo'akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Secara harfiah, berkah berarti an-nama' waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah SWT tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberikan keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firma-Nya yang artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah SWT, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.
- See more at: http://www.dudung.net/artikel-islami/keberkahan-hidup.html#sthash.UOyHAiRB.dpuf
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo'a dan meminta orang lain mendo'akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Secara harfiah, berkah berarti an-nama' waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah SWT tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberikan keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firma-Nya yang artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah SWT, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.
- See more at: http://www.dudung.net/artikel-islami/keberkahan-hidup.html#sthash.UOyHAiRB.dpuf
2 comments

Setiap Manusia Adalah Perahu Yang Berlayar Di Samudra Kehidupan

Hidup kita ibarat perahu ditengah samudra luas yang penuh badai dan angin kencang namun ddidalam perahu itu sudah dilengkapi dengan alat-alat komunikasi dan kompas, ketika seorang insan sudah terlalu jauh dari jalan yang harusnya ditempuh maka  alat komunikasinya adalah Allah dan kompasnya adalah alqur'an dan alhadits, tidak ada yang lain.
Lebih dari itu... Manusia diciptakan dengan sangat baik oleh Allah, dilengkapi dengan bakat serta kemampuan yg luar biasa. Diberi hati nurani dan akal budi serta kebebasan untuk menjalankan perahu kehidupan kita secara baik dan benar. 


Bahkan seekor lalat pun rezekinya sudah diatur oleh Maha Besar Allah, lalu bagaimana mungkin seorang manusia yang jauh lebih sempurna (memiliki akal budi & perasaan) masih mengeluh bahwa hidup ini tidak adil, mengeluh bahwa rezeki mereka terlalu sempit, mengeluh bahwa tidak ada satupun kesempatan yang datang pada mereka. bukankah semua keluhan itu bisa menjadikan mereka muslim yang kufur? bagi mereka yang sering berpikiran demikian tidak ada salahnya jika sesama muslim kita saling mengigatkan, cobalah ajak mereka berjalan keluar dan mengelilingi daerah sekitarnya, cobalah minta mereka tidak hanya melihat dengan mata tapi juga melihat dengan hati dan pikiran yang jernih, lhat bagaimana seorang pemulung masih bisa makan, cobalah lihat bagaimana seorang tukang parkir masih bisa bertahan hidup, cobalah lihat seroang penjual kerupuk masih bisa bersyukur, dan banyak lagi! apa kurang cukup bukti bahwa manusia sudah ditakdiran sebagai salah satu penciptaan Allah yang paling sempurna, hanya orang-orang kufur yang bisanya mengelu dan mengatakan hidup ini tidak adil.

Tidak ada gunanya perahu yang hebat jika hanya ditambat di dermaga. Sejatinya hidup kita adalah berlayar mengarungi samudra, melawan badai, menembus ombak dan menemukan pantai harapan. Sejatinya hidup selalu ada masalah, dan manusia akan selalu dihadapkan dengannya tinggal bagaimana manusia mengunakan alat komunikasi dan kompasnya untuk menghadapi semua masalah itu.

Mari kita kembangkan layar, penuhi dada kita dengan keyakinan bahwa Allah bersama kita...
Allah Hu Akbar!!!
0 comments

Allah Yang Menjamin Rezeki Kita, Hikmah dari cerita Nabi Sulaiman

Kisah Nabi Sulaiman memohon ijin untuk memberi makan Makhluq yang ada di dunia barang sehari saja.semoga bisa kita ambil hikmahnya.Pada suatu ketika, Nabi Sulaiman menyampaikan sebuah munajat kepada Allah Azza wa Jalla. Sebagai Nabi yang telah diberi keleluasaan untuk menguasai bangsa jin, hewan dan angin, serta dianugerahi harta kekayaan yang berlimpah, telah membuat Nabi Sulaiman merasa bahwa ia sanggup memberi makanan kepada setiap makhluk yang menjadi penduduk di kerajaannya. Oleh karena itu, ia bermunajat kepada Allah agar diberi izin untuk memberi makan pada setiap makhluk yang ada di kerajaannya selama satu tahun penuh.Allah Taala kemudian menjawab munajat Nabi Sulaiman tersebut dengan berfirman: "Engkau sekali-kali tak akan dapat melakukan haJ itu." Akan tetapi Nabi Sulaiman tetap bersikeras. Ia memohon kepada Allah agar diberi izin untuk membagikan makanan kepada seluruh makhluk hanya dalam tempo sehari saja. Maka Allah mengizinkan kepada Nabi Sulaiman melakukan hal itu untuk membuktikan kekuasaan-Nya.

Nabi Sulaiman segera melaksanakan hajatnya itu. Ia memerintahkan kepada anak buahnya agar membuat hidangan makanan yang jumlahnya memenuhi sebuah lapangan yang sangat besar. Saking besarnya lapangan itu, sampai-sampai dituturkan dalam riwayat tersebut, bahwa panjang hidangan makanan itu mencapai perjalanan satu bulan. Demikian pula halnya dengan jumlah ukuran lebarnya.Setelah mempersiapkan hidangan yang sangat banyak itu, Nabi Sulaiman memerintahkan kepada semua makhluk untuk mengelilingi hidangan itu, agar tidak menjadi rusak.
Usai Nabi Sulaiman menyiapkan segala sesuatunya, Allah berfirman kepadanya: "Makhluk manakah yang akan engkau suruh mulai menyantap makanan itu terlebih dahulu?"
Nabi Sulaiman menjawab: "Aku mohon agar Engkau menghadapkan penduduk darat dan sekaligus penduduk laut agar menyantap hidangan ini terlebih dahulu." Namun Allah tak segera menuruti apa yang dikatakan oleh Nabi Sulaiman tersebut. Allah hanya mendatangkan seekor ikan yang besar saja dari sekian banyak ikan yang hidup di laut.Ikan besar itu pun diletakkan Allah di hadapan hidangan yang telah disajikan oleh Nabi Sulaiman. Selanjutnya, ikan itu mengangkat kepalanya dan berbicara kepada Nabi Sulaiman."Hai Sulaiman., 


Sesungguhnya Allah telah menjadikan rezekiku berada di tanganmu hari ini," ujar ikan itu."Ambillah makanan itu hingga engkau merasa kenyang," kata Nabi Sulaiman. Ikan itu pun segera melahap hidangan yang telah disiapkan oleh Nabi Sulaiman. Hanya dalam hitungan detik, seluruh hidangan itu habis dilahap oleh sang ikan. Setelah hidangan habis, ikan itu berkata:"Hai Sulaiman, sesungguhnya aku belum merasa kenyang, meski telah menyantap seluruh hidangan yang engkau sajikan."Melihat kejadian itu, Nabi Sulaiman menjadi tersadar, bahwa sesungguhnya hanya Allah sajalah yang dapat memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya hingga mereka merasa kenyang.
Sedangkan Nabi Sulaiman yang sudah menyiapkan makanan begitu banyak dan dengan susah payah, pada akhirnya toh tak dapat membuat satu ekor ikan pun merasakan kenyang.Apalagi jika ia menyuguhkan makanan kepada seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini. 


Tentunya, ia pun akan merasa sangat lelah dan tak mampu. Bahkan, untuk makanan seekor ikan saja, sang ikan tetap belum merasa kenyang dalam satu kali makan.Apalagi jika ia harus menyiapkan makanan untuk satu hari bagi ikan itu dan seluruh makhluk yang ada di bumi. Maka, sudah barang tentu, tak ada daya dan kekuatan pada seorang makhluk pun untuk dapat memberi rezeki kepada makhluk lainnya.
Hanya Allah Zat Yang Maha Memberi rezeki sajalah yang mampu melakukannya dengan sangat sempurna.Nabi Sulaiman pun akhirnya jatuh tersungkur dan bersujud di hadapan Allah. Ia menyadari betul di mana letak kelemahan- nya sebagai makhluk, yang notabene tak akan dapat melakukan sesuatu pun kecuali atas kehendak dan rahmat Allah. Dalam sujudnya itu, Nabi Sulaiman berkata: "Mahasuci Allah, Zat yang telah menanggung rezeki bagi seluruh makhluk yang diberi rezeki, tanpa Dia merasakannya sama sekali."Disadur dari buku Mutiara Hikmah, Kisah Para Kekasih Allah, karya Ummi Alhan Ramadhan Mazayasyah, Penerbit Darul Hikmah

0 comments

3 Hal Yang Perlu Dilakukan dalam Perubahan | Inspirasi & Motivasi Islam

Inspirasi & Motivasi Islam
Ada 3 kekuatan untuk melakukan perubahan :
1. Hati & Pikiran.
2. Kata-kata.
3. Tindakan..

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan dari kondisi yg negatif menuju ke arah yang positif. Dari derajad diri yang munkar menuju derajat diri yang ihsan. Dari derajad diri yg bodoh dan miskin, menuju derajad diri yang bermartabat.

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)

Dan sebelum merubah kondisi orang lain, ubah dulu kondisi diri :
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. 13 : 11).

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu... ”(QS. At Tahriim [66]: 6).

Ya, kita mungkin tidak punya kekuatan serta kekuasaan untuk merubah sesuatu yg di luar kita. Tapi yg pasti, kita mempunyai kekuasaan untuk merubah diri sendiri. Dan bila setiap diri mau berubah, maka seluruh dunia akan berubah menjadi lebih baik.

Jadi sebenarnya sederhana. Ketika kita ingin merubah situasi bangsa dan negara ke depan maka mulailah perubahan itu pada diri sendiri. Orang bijak berkata, "Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself."

DAN YAKINLAH : BISMILLAH
TUHAN BESERTA ANDA....

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ankabut [29]: 69).
 
0 comments

Bagaimana Allah mengigatkan hambahnya

Seorang manager yang saat itu berada di lantai lima ingin
memanggil karyawan yang sedang bekerja di bawah, Setelah sang manager berkali-kali berteriak memanggil,
si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada
pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan. Sang manager terus berusaha agar si karyawan mau
menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 10.000- yang jatuh tepat
di sebelah si karyawan.
Si karyawan hanya memungut Rp 10.000 tsb dan
melanjutkan pekerjaannya. Sang manager akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan

berharap si karyawan mau menengadah "sebentar saja"
ke atas.
Akan tetapi si karyawan hanya lompat kegirangan karena
menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja. Pada akhirnya sang manager melemparkan tutup pulpen
yang tepat mengenai kepala si karyawan. Merasa
kesakitan akhirnya si karyawan baru mau menoleh ke
atas dan dapat berkomunikasi dengan sang manager.

 Metafora diatas sering kali terjadi pada kehidupan kita, kia sebagai mahkluk yang penuh kekhilafan sering kali melupakan nikmat Allah, lupa bersyukur, dll.
Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu
sibuk mengurusi "dunia" kita. Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita
lupa untuk menengadah bersyukur kpd NYA Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana
rejeki itu datang
Bahkan kita selalu bilang kita lagi "HOKI!" Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan
rejeki milik Allah. Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu
kecil" yg kita sebut musibah! agar kita mau menoleh
kepada-NYA. Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu
ingat untuk menoleh kepada NYA sebelum Allah
melemparkan batu kecil. 

Semoga kisah diatas memberikan kita manfaat dan lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan...
Amin 
0 comments

KARENA HIDUP BANYAK PILIHAN, PILIHLAH YANG TERBAIK

Menjalani kehidupan di dunia ini seringkali kita dihadapkan pada banyak pilihan. Baik itu dalam pekerjaan/karir, jodoh, studi, tempat tinggal, pilihan mau berbisnis atau bekerja, dan berbagai pilihan-pilihan lain dalam rutinitas kehidupan kita. Meskipun kadang kita juga mendengar ucapan dari orang-orang dari sekeliling kita atau bahkan dari diri kita sendiri “mau bagaimana lagi, karena tidak ada pilihan lain ya saya ambil saja.” Dimana posisi kita saat ini? Apakah banyak tawaran-tawaran bisnis yang harus diambil salah satu? Atau banyak pilihan-pilihan calon pendamping  hidup yang harus diambil salah satu atau justru tidak ada satupun pilihan calon pendamping hidup? Hwee. Itu semua perlu dicari solusinya.
Sahabat berkahberniaga.com,,,,  Sebetulnya bukan karena tidak ada pilihan lain, tapi karena kita seringkali membatasi diri, tidak mau tahu, atau bisa juga karena terlalu ideal sehingga pilihan-pilihan lain tidak bermunculan. Melontarkan suatu kalimat ketika menghadapi suatu masalah juga sebenarnya pilihan. Satu objek bisa disikapi dengan berbagai macam sikap. Kita bisa mengeluh, bisa bersabar, bisa juga bersyukur. Tergantung isi dan cara pandang kita masing-masing.
Beberapa hari yang lalu, di suatu malam sambil menikmati nasi goreng saya ngobrol dengan seorang kawan mengenai kehidupan ini . Dalam obrolan itu sempat terlontar kalimat “bahwa hidup ini pilihan.” Dari kalimat ini akhirnya kami berbicara banyak dan seorang kawan saya tadi menceritakan mengenai beberapa pilihan yang harus diambil salah satu. Pilihan-pilihan itu antara lain  apakah ia  mau tetap menekuni bisnis perak dan mendapat fasilitas sering diundang pameran-pameran, atau beralih ke profesi menjadi seorang editor buku. 2 pilihan ini saja perlu energi untuk memikirkan dan memutuskan, apalagi   kalau banyak pilihan. Tentu akan semakin menguras energi untuk menetukan yang terbaik. Pada akhirnya, seorang kawan saya tadi memilih untuk menjadi editor di suatu penerbit dengan alasan karena merasa passion nya di dunia tulis menulis. Meskipun pilihan ini juga menurutnya ada konsekuensi-konsekuensinya.
Sahabat berkahberniaga.com,,, dari obrolan tadi bisa diambil hikmah bahwa kita harus pandai-pandai memilih atas pilihan-pilihan yang dihadapi. Setidaknya ada 3 hal yang harus kita lakukan (khususnya dalam karir) sebelum memutuskan sesuatu. Pertama, renungkan apakah  pekerjaan ini benar-benar sesuai kemampuan dan bayangkan apakah kita bisa menikmati pekerjaannya atau tidak. Kedua, pekerjaan yang akan kita lakukan membawa manfaat bagi banyak orang atau tidak. Seandainya kita mengambil pilihan itu tapi akhirnya tidak bisa banyak membantu orang lain, sulit untuk meluangkan waktu bagi kegiatan di lingkungan rumah kita maka sebaiknya cari pilihan lain. Dan yang ketiga, yang sangat penting juga kita perlu melakukan shalat istiharoh dan memohon petunjuk pada Allah mengenai karir/bisnis yang terbaik.
Sahabat berniaga.com,,,, Salam Sukses BBM (Bahagia, Berkah, Manfaat)
0 comments
 
Support : Berkah Berniaga
Copyright © 2011. Berkah Berniaga - All Rights Reserved
Published by Berkah Berniaga
Proudly powered by Blogger