Featured Post Today
print this page
Latest Post

Ilmu dan Gerbang Kesuksesan

Ilmu merupakan gerbang kesuksesan. Demikianlah kalimat yang sederhana tapi sangat menginspirasi. Kalau kita renungkan, segala sesuatu yang akan kita lakukan memang perlu “diilmui”. Baik itu sesuatu yang besar maupun kecil semuanya harus ada ilmunya agar hasilnya maksimal. Demikian juga dalam melakukan bisnis, disamping modal keberanian ternyata modal ilmu juga menempati posisi yang sangat penting.
Sehari yang lalu saya kedatangan seorang sahabat. Dimana dia saat ini menjadi peternak lele yang cukup sukses di Banjarmasin. Menjelang lebaran ini, ia mudik ke kampung halamannya di Banjarnegara. Sebelum sampai di Banjarnegara, ia singgah terlebih dulu menemui saya  di Yogyakarta selama 2 hari 1 malam.
Ketika singgah, banyak hal yang diobrolkan termasuk masalah pekerjaan dan bisnis. Di tengah-tengah obrolan, dia menceritakan bahwa selain beternak lele, belum lama ini ia juga beternak bebek. Ia mencoba beternak bebek bukan tanpa lasan, melainkan ada beberapa hal yang mendorong ia akhirnya mencoba beternak bebek.
Alasan yang dikemukakan mengapa akhirnya mencoba beternak bebek antara lain : ia masih memiliki banyak waktu luang sehingga ingin memanfaatkan waktu yang ada. Alasan lain yaitu bahwa ia termotivasi oleh temannya yang katanya siap membeli bebeknya. Dan alasan yang terakhir, pada saat itu ia mempunyai modal yang cukup untuk memulai usaha ini.
Atas dasar alasan di atas, meskipun ia sebenarnya belum memiliki ilmu yang memadai  akhirnya ia mulai menginvestasikan dananya untuk membuat kandang, membeli bebek, pakan, dan segala keperluan lainnya.
Pada awalnya, bisnis ini berjalan cukup lancar dan teman yang menjanjikan untuk menampung bebeknya juga menepati janjinya.  Akan tetapi, belum sampai hitungan tahun bisnis ini sudah berhenti. Hal ini disebabkan karena teman yang biasa mengambil bebek ternyata tidak bisa melanjutkannya lagi dikarenakan sesuatu hal. Mulai saat itu, ia mencoba mencari pasar yang lain namun pada kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Sudah pasarannya sulit, ditambah permasalahan yang lain yaitu bebeknya tidak cepat berkembang yang menyebabkan biaya pengeluaran ternyata tidak sebanding dengan pemasukannya, maka akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri bisnis ini.
Sahabat berkahberniaga.com. Semoga akhir dari bisnis ini bukan isyarat “su’ul khatimah’ (akhir yang buruk). Hweee. Tapi semoga ini menjadi pelajaran yang sangat berharga. kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa ilmu merupakan hal yang sangat diperlukan untuk mengantarkan kesuksesan. Apabila mencoba sesuatu dan belum sesuai dengan yang diharapkan, jangan beranggapan bahwa ini merupakan kegagalan. Yakinlah bahwa dibalik ini semua pasti ada pelajaran dan hikmah yang bisa kita petik. Barangkali saja Allah masih menginkan kita untuk berjuang lebih lagi dan melatih diri agar lebih sabar dan berilmu. Sahabat semua, bukankah pengalaman adalah guru terbaik?

0 comments

Sukses “Cara Allah” vs Sukses “Cara Syetan”

Kesuksesan merupakan hal yang banyak dicari oleh kalangan manusia. Bahkan, untuk menggapai kesuksesan tidak jarang orang rela membayar mahal, meluangkan banyak waktu, pikirn, dan tenaga. Apakah salah ketika orang menginginkan kesuksesan? Tentu saja tidak, asalakan kesuksesan yang disandarkan pada Allah.
Banyak yang menganggap bahwa sukses itu ketika ia bisa memiliki harta yang melimpah, memiliki kendaraan dan rumah yang mewah,  jabatan tinggi, populer dan memiliki banyak pengikut. Tapi, ternyata  ada juga sebagian orang  yang memaknai bahwa ia sukses ketika semakin hari semakin dekat dengan sang maha pemberi rizki, hidup berkecukupan, hidup tentram dan bahagia, serta bisa bermanfaat bagi orang lain.
Kalau kita menganggap dan setuju dengan  pandangan sukses yang pertama, maka untuk menggapainya tidak perlu taat pada Allah. Sekali lagi, kalau hanya itu saja orientasi suksesnya. Kita tentu sudah mengetahui bagaimana sikap raja Fir’aun. Fir’aun merupakan orang yang tidak mau patuh kepada Allah bahkan sampai berani mengaku sebagai Tuhan. Tapi, ternyata ia tetap bisa memiliki harta dan pengikut yang banyak. Kita bisa juga menyaksikan orang-orang di sekeliling kita atau orang yang sering muncul di layar tv dan menjadi public figur ternyata banyak yang tidak sholat, pakaiannyapun tidak sesuai dengan tuntunan Islam, bahkan ada yang sudah terang-terangan diketahui pernah berzina. Tapi, pada kenyataannya mereka masih memiliki harta yang banyak bahkan masih populer dan banyak penggemar. Hal ini tentu bisa memberi pemahaman kepada kita bahwa kalau dunia saja yang dikejar maka menggunakan “cara syetan” pun akan bisa terwujud.
Akan tetapi sahabat-sahabatku semua, kalau kita menganggap dan memiliki pandangan sesuai versi poin 2 seperti tersebut di atas, maka tentu harus menggunakan “Cara Allah”. Cara Allah yang dimaksud yaitu kita berusaha/ikhtiar sekuat tenaga dan kemampuan dengan mendayakan waktu , pikiran, tenaganya untuk mencapai kesuksesan dengan diiringi ketaatan kepada Allah berupa shalat 5 waktu selalu dijaga, shalat tahajud dan dhuha juga diamalkan, berbuat kepada sesama manusia dan lingkungan sekitar, sekaligus tidak lupa untuk gemar bersedekah.
Sahabat-sahabtku semua, kita perlu memahami bahwa Allah itu Maha Rahman. Artinya, karena Kerahmahaan Nya maka semua hamba Allah di dunia ini baik yang taat, setengah taat, atau bahkan tidak taat sama sekali tetap akan bisa diberi jatah kesuksesan dunia. Akan tetapi, kalau kita mendambakan kesuksesan sejati yaitu sukses dan bahagia dunia akhirat, maka kita harus menempuh “Cara Allah” untuk menggapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati.
0 comments

Ayo Kita Gapai Keberkahan Hidup

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo'a dan meminta orang lain mendo'akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Secara harfiah, berkah berarti an-nama' waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah SWT tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberikan keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firma-Nya yang artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah SWT, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.

sumber: http://www.dudung.net/artikel-islami/keberkahan-hidup.html


"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo'a dan meminta orang lain mendo'akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Secara harfiah, berkah berarti an-nama' waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah SWT tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberikan keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firma-Nya yang artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah SWT, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.
- See more at: http://www.dudung.net/artikel-islami/keberkahan-hidup.html#sthash.UOyHAiRB.dpuf
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo'a dan meminta orang lain mendo'akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Secara harfiah, berkah berarti an-nama' waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah SWT tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberikan keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firma-Nya yang artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". Q. 7 : 96.
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah SWT, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.
- See more at: http://www.dudung.net/artikel-islami/keberkahan-hidup.html#sthash.UOyHAiRB.dpuf
2 comments
 
Support : Berkah Berniaga
Copyright © 2011. Berkah Berniaga - All Rights Reserved
Published by Berkah Berniaga
Proudly powered by Blogger