Sukses “Cara Allah” vs Sukses “Cara Syetan”

Kesuksesan merupakan hal yang banyak dicari oleh kalangan manusia. Bahkan, untuk menggapai kesuksesan tidak jarang orang rela membayar mahal, meluangkan banyak waktu, pikirn, dan tenaga. Apakah salah ketika orang menginginkan kesuksesan? Tentu saja tidak, asalakan kesuksesan yang disandarkan pada Allah.
Banyak yang menganggap bahwa sukses itu ketika ia bisa memiliki harta yang melimpah, memiliki kendaraan dan rumah yang mewah,  jabatan tinggi, populer dan memiliki banyak pengikut. Tapi, ternyata  ada juga sebagian orang  yang memaknai bahwa ia sukses ketika semakin hari semakin dekat dengan sang maha pemberi rizki, hidup berkecukupan, hidup tentram dan bahagia, serta bisa bermanfaat bagi orang lain.
Kalau kita menganggap dan setuju dengan  pandangan sukses yang pertama, maka untuk menggapainya tidak perlu taat pada Allah. Sekali lagi, kalau hanya itu saja orientasi suksesnya. Kita tentu sudah mengetahui bagaimana sikap raja Fir’aun. Fir’aun merupakan orang yang tidak mau patuh kepada Allah bahkan sampai berani mengaku sebagai Tuhan. Tapi, ternyata ia tetap bisa memiliki harta dan pengikut yang banyak. Kita bisa juga menyaksikan orang-orang di sekeliling kita atau orang yang sering muncul di layar tv dan menjadi public figur ternyata banyak yang tidak sholat, pakaiannyapun tidak sesuai dengan tuntunan Islam, bahkan ada yang sudah terang-terangan diketahui pernah berzina. Tapi, pada kenyataannya mereka masih memiliki harta yang banyak bahkan masih populer dan banyak penggemar. Hal ini tentu bisa memberi pemahaman kepada kita bahwa kalau dunia saja yang dikejar maka menggunakan “cara syetan” pun akan bisa terwujud.
Akan tetapi sahabat-sahabatku semua, kalau kita menganggap dan memiliki pandangan sesuai versi poin 2 seperti tersebut di atas, maka tentu harus menggunakan “Cara Allah”. Cara Allah yang dimaksud yaitu kita berusaha/ikhtiar sekuat tenaga dan kemampuan dengan mendayakan waktu , pikiran, tenaganya untuk mencapai kesuksesan dengan diiringi ketaatan kepada Allah berupa shalat 5 waktu selalu dijaga, shalat tahajud dan dhuha juga diamalkan, berbuat kepada sesama manusia dan lingkungan sekitar, sekaligus tidak lupa untuk gemar bersedekah.
Sahabat-sahabtku semua, kita perlu memahami bahwa Allah itu Maha Rahman. Artinya, karena Kerahmahaan Nya maka semua hamba Allah di dunia ini baik yang taat, setengah taat, atau bahkan tidak taat sama sekali tetap akan bisa diberi jatah kesuksesan dunia. Akan tetapi, kalau kita mendambakan kesuksesan sejati yaitu sukses dan bahagia dunia akhirat, maka kita harus menempuh “Cara Allah” untuk menggapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Berkah Berniaga
Copyright © 2011. Berkah Berniaga - All Rights Reserved
Published by Berkah Berniaga
Proudly powered by Blogger